Menunggu Jemputan

Img00271

Bukan rahasia. Setiap jam-jam pulang kerja, berduyun-duyun orang berpakaian "kantoran" dengan setia menunggu jemputan mereka: bus kota, bus feeder, bus AKAP, taksi, tebengan, atau apa pun untuk mengantarkan mereka kembali ke rumah masing-masing.

Pulang di kala senja, sampai rumah cukup larut malam (apalagi mereka para komuter yang rumahnya di wilayah Jabodetabek). Esok paginya mereka akan kembali ke Jakarta, saat Subuh. Kapan kah mereka beristirahat? Maaf, maksud saya apakah mereka punya waktu yang cukup untuk beristirahat?

Comments (3)

Jan 25, 2010
syam said...
begitulah seni hidup di kota bro,
yang seperti ini tak kan kau temukan di jogja sekalipun :-)
Jan 25, 2010
risdania syf said...
jakarta emang kejam,,bisa tua dijalan,,
Jan 27, 2010
Kadang-kadang aku mikir, di Jakarta itu nggak ada yang gratis. UMR tinggi, tapi banyak waktu yang harus dikorbankan. Apakah orang-orang ini bekerja supaya mereka bisa bertahan hidup sebagai manusia? Atau bekerja malah menjadikan mereka robot yang mengira dirinya manusia?

Leave a comment...

About

pemuda gagah perkakas. harapan tetangga. baik hati. suka menabung. tidak sombong. kerap membantu nenek menyeberang jalan. dan digemari gadis manis muda belia.

TwitterJaiku